Entri Populer

Minggu, 29 November 2009

Kelebihan-Kelebihan Teknis Dan Non Teknis Dari Bajaj



Kelebihan-kelebihan Teknis Dan Non-Teknis Dari si Orange Bajaj :

1. Mulai dari Bajaj keluaran tahun jebot sampai yang paling mutakhir (kalau ada AC-nya), supirnya tetap aja sama (dia-dia juga, *maaf : mereka adalah mantan tukang becak yang minim pengetahuan lalu-lintasnya).
2. Suara Bajaj yang sangat bising adalah sarana sempurna buat para cowok yang sedang pacaran untuk melancarkan rayuan mautnya kepada sang pasangan, karena dijamin si supir Bajaj sendiri gak bakal denger lantaran sudah terlanjur budeg sejak dia memutuskan memilih profesi sebagai pilot Bajaj.
3. Kemampuan manuver berbeloknya yang bisa sampai 180◦ sangat memudahkan si supir buat cepet-cepet balik arah, tapi bikin gedegh, empet, kesel, enegh para pemakai jalan lainnya.
4. Suara Bajaj yang kelewat keras seringkali bikin ciut nyali para orang tua, dan anak-anak buat nyebrang jalan, sehingga mengurungkan niat mereka buat pergi ke pasar, ngambil uang pensiun di Kantor Pos, dan segala aktivitas mereka lainnya di luar.
5. Suara Bajaj yang sering menyayat hati (tuh Bajaj sudah kelewat tua) mampu mengalahkan suara merdu penyanyi tenar sekaliber Titiek Puspa sekalipun. Ya! Suara mereka tidak akan ada artinya bila mereka nyanyinya di dalam Bajaj.
6. Bajaj segala type dan tahun keluaran adalah jenis kendaraan yang sangat irit energy listriknya, sehingga ketika mereka jalan di malam hari gak perlu pakai lampu yang terang benderang macam mobil-mobil mewah keluaran terbaru. Mereka cukup mengandalkan penerangan kendaraan yang ada didepannya.
7. Bajaj sangat sarat meninggalkan sejuta kenangan manis buat warga Ibu Kota, tapi akan meninggalkan duka yang mendalam buat orang desa yang datang ke Jakarta dan langsung naik Bajaj ke tujuan sanak familinya ketika baru turun dari stasiun Senen, karena badan penumpang yang awalnya sehat itu akan “bergetar hebat” ketika turun dari Bajaj.
8. Bajaj juga dapat membuat orang yang tidak pernah dan jarang Sholat, jarang ke Gereja, ke Pura, Klenteng akan semakin mengenal dan dekat dengan Allah SWT/ Tuhannya dan akan membuat orang-orang alim dan shaleh semakin tawaddu.
9. Cuma Bajaj yang bisa dan boleh bawa ayam, kambing, bebek, sayuran duduk bareng sama penumpangnya, bahkan si pilot sering berbaik hati menawarkan penumpangnya duduk di sebelah sang supir (apalagi penumpang wanita).
10. Hampir semua supir Bajaj punya kemampuan supranatural, dan ini muskil dimilki oleh pengemudi kendaraan lain seperti: pribadi, taksi, bus, bahkan truk sekalipun, yakni kapan dia harus belok Cuma dia dan Tuhannya saja yang tahu.
11. Sekali lagi hanya Bajaj dari keluaran tahun berapapun sajalah yang memiliki rem otomatis, yakni ada di pundak supir Bajaj. Gak percaya !? coba anda ‘tepuk’ pundak dan say ‘bang’ ke sang supir, maka seketika itu juga Bajaj yang anda tumpangi akan berhenti, bisa dengan cara mendadak, atau menggeleser beberapa meter (remnya rada blong).

Kelebihan-kelebihan angkutan moda transportasi rakyat ini baru saja direnungkan dan di tulis oleh : Nasruddin Hore temennya si PH, ketika sedang ribet ngurusin kerjaan rutin.

Jakarta, 30 November 2009
NH temennya PH

Kamis, 13 Agustus 2009

Mimpin Baru Seumur Jagung Sudah Dihabisi



Era tahun 1960an adalah era kebangkitan jati diri bangsa-bangsa di negera dunia ke tiga. Ya! Di era inilah para pemimpin negara-negara dunia ke tiga dengan semangat nasionalismenya masing-masing telah berani menyatakan kata Tidak! Untuk tunduk kepada imperialis barat yang dimotori oleh Amerika Serikat dan sekutunya di Eropa Barat.

Indonesia punya Presiden Soekarno, sang founding father. Dia dengan tegas-tegas menyatakan perangnya kepada kaum imperialis dan antek-anteknya yang selalu ingin kembali menancapkan pengaruhnya di kawasan Asia. Malaysia sebagai negara yang pada saat itu sama-sama bau kencur dalam hal menghirup kemerdekaan (itupun juga bloeh dikasih) telah merasakan ‘gerah’ dan takut menghadapi kegarangan kebijakan Ganyang Malaysia yang dicanangkan oleh almarhun Soekarno.




Cuba memiliki legenda hidup Sang Idealis Sejati, Fidel Castro dengan tandem perjuangannya Dr. Che Guevara telah membuat frustrasi dan gagal totalnya Amerika Serikat dalam perang di Teluk Babi-Cuba ketika niatnya hendak menjatuhkan sang pemimpin Fidel Castro, bahkan Amerika Serikat telah dibuat malu oleh Castro, yakni Washington diminta mengganti biaya kerugian perang sebesar 53 juta USD dan ini dituruti, atas kegagalan mereka untuk menjatuhkan dan merebut Guantanamo.


























Benua hitam Afrika, tepatnya Kongo memiliki seorang Perdana Menteri yang juga tangguh dalam menghadapi tekanan Amerika Serikat, Ya! Dialah Patrice Emery Lumumba, Perdana Menteri Republik Demokratik Kongo yang telah membuat geram dua utusan gedung putih ketika Patrice Lumumba di undang ke kantor pusat PBB di Washington, karena sikapnya yang tidak mudah ditundukkan untuk mengikuti kemauan Eisenhower.

Penulis tertarik mengangkat tokoh ini, karena perjalanan hidupnya yang tragis justru dia tidak lama berada di puncak karirnya sebaga Perdana Menteri setelah membantu kemerdekaan negerinya dari jarahan Belgia sekutu imperialis Amerika Serikat yang telah menghisap bumi propinsi Katanga yang kaya akan bahan tambang. Profil Patrrice Lumumba penulis angkat karena kisah tragis kematiannya telah diungkap, bahwa ajalnya kematiannya akibat ketidaksenangannya Eisenhower kepada Patrice Lumumba yang terlalu akrab dengan Uni Sovyet. Harian Tempo terbitan tahun 1981 telah mengungkap skenario pembunuhan atas dirinya, yang akan penulis sajikan dibawah ini. Ada baiknya profil singkat sang Perdana Menteri ini diperkenalkan, karena mungkin banyak diantara kita yang belum mengenal tokoh idealis ini :


Patrice Lumumba (2 Juli 1925 – 17 Januari 1961) adalah pemimpin anti-kolonial Afrika dan Perdana Menteri Republik Demokratik Kongo pertama yang dipilih secara demokratis, setelah membantu proses kemerdekaan negara itu dari Belgia pada Juni 1960. Sepuluh minggu kemudian, pemerintahan Lumumba dijatuhkan pada kudeta Krisis Kongo. Ia kemudian dipenjara dan dibunuh secara kontroversial pada Januari 1961.
Namanya pernah dijadikan nama suatu jalan di daerah Gunungsahari, Jakarta, oleh Soekarno sebagai tanda solidaritas negara-negara Asia-Afrika. Namun demikian, pada masa Orde Baru nama jalan ini diganti, karena Patrice Lumumba dianggap beraliran kiri.

Berikut, inilah kisah tragis sang pahlawan Kongo yang sempat memimpin negerinya selama sepuluh minggu, sebelum akhirnya di bunuh oleh Joe From Paris, seorang agen CIA. Simaklah skenarionya dibawah ini :

PERINTAH MEMBUNUH SANG PERDANA MENTERI :

Tokoh Kongo, Patrice Emery Lumumba, kematiannya diliputi misteri. komisi penyelidik as tak juga bisa membongkar dengan pasti keterlibatan cia dalam kasus ini.
POS dinas rahasia Amerika Serikat--CIA-di Leopoldville, ibukota Kongo, menerima kawat. Bunyinya: 'Joe dari Paris' akan datang membawa instruksi khusus untuk sebuah misi yang sangat penting. Pesan yang diterima 19 September 1960 ini dikirimkan sangat rahasia, dan hanya boleh dibaca komandan pos. Seminggu sesudah itu, 'Joe dari Paris' tiba di Leopoldville. Joe misterius itu ternyata seorang ahli bio-kimia yang punya kedudukan sangat pentin di CIA. Ia membawa sebuah kotak racun yang khusus dibuat--cairan berisi virus yang mematikan. Dan racun itu dipersiapkan untuk diri Patrice Lumumba, tokoh Kongo yang dianggap pro-Soviet--kala itu duduk di kursi perdana menteri. 'Joe dari Paris' melengkapi rencana penyingkiran itu dengan menginstruksikan: agar racun itu dicampurkan ke makanan atau odol.

"Perintah ini datang dari puncak,"katanya meyakinkan komandan pos. Yang diaiak bicara bengong. Dalam kepalanya terbayang: Dwight D. Eisenhower, Presiden Amerika Serikat. Bukan cuma si komandan pos. Siapa pun akan terkejut mendengar keterangan semacam itu. Seorang presiden yang terhormat, dari sebuah negara besar yang paling berpengaruh, membuat perintah untuk membunuh ? Kendati sudah jauh berlalu, berita ini tetap saja membuat orang jadi penasaran. Dan memang, buku yang memuat "kejutan" ini, The Congo Cables: from Eisenhower to Kennedy bakal terbit dalam waktu dekat --dan diperkirakan akan laku keras. Buku ini disusun Madeleine G. Kalb. Merupakan lamaran. Penyelidikan Komisi Frank Church yang ditunjuk Kongres Amerika Serikat. Komisi ini sendiri cukup pusing.

Kendati sudah membongkar berbagai dokumen dan mewawancarai sejumlah orang yang diduga terlibat, mereka tak juga bisa menyimpulkan dengan pasti keterlibatan CIA dalam kasus terbunuhnya Lumumba. Tapi komisi toh menyimpulkan, tak bisa disangkal CIA membuat rencana untuk membwnuh Lumumba," tulis lG. Kalb. la menuliskan ikhtisar bukunya di The New York Times Magazine. Ancar-ancar awal rencana pembunuhan itu, yang ditemukan Komisi Church, tercatat: Juli 1960. Waktu itu diselenggarakan pertemuan para pejabat Amerika Serikat dengan para pemimpin 50 negara Afrika yang baru merdeka. Lumumba hadir. Negerinya merdeka 30 Juni 1960. Tinggi, kurus, dengan pandangan yang bersinar di balik kacamatanya, Lumumba dicatat sebagai orang yang pandai pidato dan radikal. Ia disebutkan pula membentuk kabinet "kiri"--dan diduga pernah menerima suap dari Partai Komunis Belgia. CIA memberi tanda merah pada catatan itu. Dua minggu setelah Lumumba pulang, CIA membuka kembali arsip tentang tokoh ini.

Kini dengan perhatian yang jauh lebih besar. Sebab baru saja diterima berita: Lumumba memprotes kegiatan pasukan Belgia--bekas penjajah Kongo--yang belum ditarik. Berita itu jadi terasa lebih penting karena ditambahi catatan kaki: Lumumba meminta bantuan instruktur militer Uni Soviet untuk melawan "agresi imperialis" Belgia. Sebuah pertemuan khusus diselenggarakan di Departemen Luar Negeri AS. Di situ disimpulkan: Lumumba seorang komunis. "Orang ini berbahaya, dan bisa lebih kejam dari Castro," kata Allen W. Dulles, direktur CIA dan adik Menteri Luar Negeri John Foster Dulles. Akhir Juli, ketika Lumumba sekali lagi datang ke AS untuk berbicara dengan Sekjen PBB Dag Hammarskjold, para pejabat AS sekali lagi mencoba mendekati tokoh Afrika ini.

Dua orang pembantu Menteri Luar Negeri, Douglas Dillon dan Christian Herter, datang menemu Lumumba di markas besar PBB. Pendekatan ini gagal. Dalam pembicaraan, yang disebut Douglas Dillon sebagai "setengah jam penuh frustrasi," malah terjadi pertengkaran. Lumumba memaki dua tokoh AS itu sebagai "irasional dan sakit jiwa". "Impresi yang saya dapat," kata Dillon, "sangat, sangat buruk. Kita tak mungkin membuat janji dengan orang ini." 1 Agustus 196 Presiden Eisenhower mengadakan pertemuan dengan Direktorat Keamanan Departemen Luar Negeri. Topik pembicaraannya tak lain Kongo.

Dalam pertemuan itu dibahas kemungkinan jatuhnya basis militer Belgia ke tangan Soviet. Akhirnya diputuskan: AS harus siap setiap waktu dengan operasi militer, mencegah intervensi militer Soviet di Kongo. "Sesudah pertemuan inilah, muncul kemungkinan untuk menyingkirkan Lumumba," kata Douglas Dillon kepada Komisi Church kemudian. "Pentagon diperintahkan untuk menyelenggarakan pertemuan, bersama CIA membentuk sebuah tim khusus untuk misi ini." Namun Dillon belum lagi dapat memastikan, bisakah "penyingkiran" ini diartikan pembunuhan. Sebab di Departemen Luar Negeri dibentuk pula tim yang ditugasi mendekati Lumumba lewat Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Toh usaha Deplu AS menemui kesukaran. Pertengahan Agustus timbul ketegangan antara Kongo dan PBB. Lumumba menuduh Sekjen PBB ditekan negara-negara Barat. Waktu itu, dan Hammarskjold menolak permintaan Lumumba untuk mendesak Belgia menarik mundur pasukannya dari Provinsi Katanga - daerah pertambangan yang masih berada di bawah lindungan pasukan Belgia. Lumumba mengancam kan mengusir pasukan PBB--yang diempatkan di negerinya untuk menengahi persengketaan, akibat Katanga gin berdiri sendiri. Lawrence Devlin, komandan pos CIA di Leopoldville, mengirimkan kawat dengan gambaran keadaan begini: Tokoh-tokoh komunis sudah mengambil alih pemerintahan.
Berbagai kekuatan mulai nampak, antara lain Paromunis dan kelompok-kelompok dan dibentuk orang-orang Soviet. Lumumba dengan gaya komunis telah berhasil membangkitkan rasa anti-Barat." Devlin menilai, keadaan di Kongo, sudah gawat. Ia memperkirakan, dalam waktu tak lama Kongo akan jadi Kuba kedua. Karena itu ia mengusulkan agar - mulai memikirkan kemungkinan mengganti Lumumba dengan seseorang yang pro-Barat, selama itu masih mungkin. Menghadapi perkembangan keadaan ini,
Direktorat Keamanan Deplu AS sekali lagi mengadakan pertemuan. Hadir dalam pertemuan itu: Presiden Eisenhower, Direktur CIA Allen W. Dulles dan kepala CIA divisi Afrika.

Douglas Dillon--yang kemudian ditunjuk mengepalai proyek Kongo-menjelaskan laporan Devlin dan menekankan, bila pasukan PBB diusir dari Kongo, besar kemungkinan pasukan Soviet akan masuk. Presiden Eisenhower kemudian mengambil keputusan. "Kita harus mempertahankan pasukan PBB di Kongo, kalau perlu menambahnya dengan pasukan dari Eropa, sekalipun ini bisa jadi alasan bagi Soviet untuk membuka peperangan," katanya. KEPUTUSAN Eisenhower ini dibawa ke markas PB. Namun, Dag Hammarskjold dan Henry Cabot Lodge--duta besar AS di PBB--menolak jalan keras AS. Mereka bahkan menyebutkan, PBB tak mungkin mempertahankan pasukannya bila pemerintah Kongo menolak. Eisenhower naik pitam mendengar tanggapan Hammarskjold dan Lodge. la menyebutkan Lodge salah menilai. Menurut Eisenhower, tak ada indikasi Kongo menolak kehadirari pasukan PBB. Masalah di Kongo, menurut presiden AS itu, terletak pada Lumuba yang didorong-dorong Soviet.

Di saat inilah konon Eisenhower mengajukan kemungkinan untuk "menghabisi" Lumumba, kendati tak satu pun kata yang diucapkan sang presiden segera bisa diasosiasikan dengan "membunuh ". Robert H. Johnson, seorang staf Deplu yang kebetulan ikut hadir dalam pertemuan itu memberi kesaksiannya --di bawah sumpah--kepada Komisi Church. "Presiden waktu itu menyebutkan sebuah kata, yang tak saya ingat lagi apa namun membangun asosiasi 'membunuh' pada saya," katanya. "Saya ingat betul perasaan saya waktu itu, saya sangat terkejut," kata staf Deplu itu lagi. Johnson mengakui, di saat itu ia mencoba juga memberi tafsiran lain terhadap kata-kata Presiden Eisenhower, dan memang mungkin.

Waktu itu saya sudah pikir-pikir, mungkin yang dimaksud Eisenhower adalah aksi politik," katanya. Tapi sebegitu jauh Johnson menjelaskan, itu tak dimasalahkannya benar. Sebab ia tahu, untuk perintah-perintah macam itu eufemisme senantiasa ada. Namun Dillon sendiri yang menerima langsung instruksi presiden, beranggapan tak satu pun kata yang diucapkan presiden yang bisa dihubungkan dengan pembunuhan. "Eisenhower waktu itu mengatakan: 'Kita harus berikhtiar sebisanya untuk terlepas dari orang itu.' Saya tidak melihat ini bisa diartikan sebagai perintah untuk membunuh," katanya.

Allen W. Dulles, direktur CIA yang mendapat tugas menjalankan operasi Kongo, tak sempat bisa didengar kesaksiannya. Ia sudah meninggal. Tapi menurut keterangan Dillon, direktur CIA itu tak sampai bertanya-tanya apa yang dimaksudkan presiden. "Dalam hal-hal semacam itu seorang direktur CIA tahu, dia mendapat wewenarg penuh untuk menempuh jalan apa pun," kata Dillon pada Komisi Church. Ia pun menjelaskan, bahwa seorang direktur CIA juga tahu, nama presiden senantiasa dicegah keterlibatannya dalam operasi-operasi gelap.

"Dulles tahu, dialah yang akan bertanggung jawab atas operasi apa pun yang akan dijalankan terhadap Lumumba, baik sebagai pribadi ataupun sebagai direktur ClA. Itu kewajibannya," katanya. Dan Dulles memang segera mengambil tindakan. Sehari sesudah Eisenhower marah-marah, Richard Bisell-kepala bagian operasi gelap CIA-mengirim kawat rahasia ke pos CIA di Leopoldville. lsinya menginstruksikan Lawrence Devlin untuk sebisanya mencari kelompk pengganti Lumumba, dan menggsok untuk mau merebut kekuasaan. Dua hari kemudian Devlin mengirim balasan, menjelaskan, kelompok anti-Lumumba sebenarnya sudah terhimpun. Namun kelompok itu gagalmembunuh Lumumba karena Presiden Kongo Joseph Kasavubu menolak main keras.Malahan Presiden Kongo itu berpendapat, tak ada tokoh yang lebih cemerlang daripada Lumumba di Kongo.

Di saat yang sama sejumlah informasi masuk. Kedutaan Amerika di Leopoldville melaporkan, 100 ahli teknik Soviet dan Cekoslowakia telah tiba di Kongo. Henry Cabot Lodge dari markas PBB juga mengirimkan berita, PBB mengkhawatirkan ada sejumlah senjata dimasukkan secara gelap ke Kongo. Bukan cuma itu, Kedutaan Besar AS di Athena mengirimkan laporan, sejumlah pesawat cargo yang membawa makanan dengan tujuan Kongo minta iin melewati wilayah Yunani. Diduga keras pesawat ini membawa juga senjata. Dan yang paling mengkhawatirkan AS, Lumumba memerintahkan pasukan Kongo untuk bergerak ke selatan menuju Katanga.

Perkembangan terakhir ini menimbulkan kepanikan di Deplu AS, yang lalu merambat ke Gedung Putih. 25 Agustus, Gordon Gray, pembantu khusus presiden untuk bidang keamanan, untuk kesekian kalinya menyelenggarakan pertemuan. Dalam pertemuan itu usaha menyingkirkan Lumumba lewat jalan politik dinilai kurang efektif. Cara itu hendaknya diganti dengan cara yang lebih keras yang makan waktu tidak lama. Kepada Komisi Church, Richard Bisell mengaku mendapat instruksi dari presiden lewat Gordon Gray. Dalam instruksi itu dikatakan, penggeseran Lumumba "bisa lebih agresif". Untuk itu Bisell mendapat wewenang lebih besar lagi. Ia mendapat dana khusus dan diperbolehkan mengambil keputusan tanpa konsultasi. Tentu saja, otomatis, Bisell menafsirkan instruksi ini berarti pula: "bunuh kalau perlu". Bisell lalu menghubungi Sidney Gottlieb, ahli biokimia yang jadi pembantunya. Kepada Gottlieb dikatakannya, ia mendapat instruksi dari pimpinan tertinggi untuk menyingkirkan Lumumba. Gottlieb kemudian membuat semacam racun yang berisi virus--biasanya ditemukan di Afrika--yang mematikan.

Untuk menunjukkan bagaimana racun ini harus digunakan, Gottlieb lalu diutus ke Leopoldivlle dengan nama 'Joe dari Paris'. TAPI di saat itu keadaan di Kongo tiba-tiba berubah. Lumumba dipecat Presiden Joseph Kasavubu karena operasi militernya mengakibatkan ribuan penduduk sipil tewas. Bukan cuma itu, Lumumba juga mendapat kecaman karena ia ternyata menggunakan senjata dan kendaraan-kendaraan militer buatan Soviet. Dalam keadaan kisruh itu, Devlin berhasil mendekati Kolonel Mobutu-orang kedua dalam angkatan perang Kongo--untuk merebut kekuasaan. Berhasil. Mobutu lalu memecat semua anggota kabinet "kiri", juga rnengusir diplomat dan instruktur militer Soviet dan Cekoslowakia yang ada di Kongo. Kolonel itu kemudian jadi sangat berpengaruh. Devlin menilainya sebagai rezim yang stabil. Memang, Mobutu berkuasa sampai sekarang, ia menjadi presiden dengan nama Mobutu Sese Seko. Kongo, 1971, digantinya jadi Zaire.

Namun, Devlin masih khawatir. Ia rnengirim pesan ke Washington, untuk sementara kekuatan cadangan masih harus disiapkan. Devlin menilai Lumumba masih bisa kembali berkuasa. Dulles setuju. Proyek racun Bisell yang tertunda lalu dilanjutkan, dan Gottlieb pun berangkat ke Leopoldville. Di samping itu dipersiapkan pula pasukan khusus yang direncanakan akan diselipkan di antara pasukan PBB. Merasa masih juga kurang, Dulles rnenyiapkan sejumlah penembak-penembak tepat yang diperlengkapi senjata khusus: senapan dengan peredam dan teleskop paling modern. Tapi Devlin toh kaget ketika menerima Gottlieb. "Rasanya saya tak pernah mengabari Washington, bahwa Lumumba adalah orang yang bisa menimbulkan pecahnya Perang Dunia III. Menurut saya tak mungkin perang itu akan pecah cuma gara-gara seseorang bertingkah laku aneh. Saya menilai Lumumba sebagai orang yang bisa menyulitkan kedudukan AS di Kongo. Tak lebih dari itu," kata Devlin, memberi kesaksiannya kepada Komisi Church. Lewat dua bulan sesudah kedatangan Gottlieb di Kongo, proyek racunnya dinyatakan gagal. Devlin tak bisa menemukan cara untuk mengirimkan racun Gottlieb kepada Lumumba. Dan dalam jangka waktu itu, virbs itu telah rusak karena tidak disimpan di tempat khusus. Gottlieb kembali ke Amerika Serikat, 5 Oktober, setelah membuang racunnya di Sungai Kongo. Misi Gottlieb yang gagal kemudian digantikan misi kedua, yang sudah disiapkan sebagai cadangan.

Sejumlah pasukan khusus dan penembak-penembak mahir dikirim ke Leopoldville. Bersama misi kedua ini Bisell mengutus Justin O'Donnell, seorang agen.senior ClA. O'Donnell mendapat instruksi untuk "menyingkirkan" Lumumba dengan cara apa pun. O'Donnel sendiri tak bisa memastikan apa instruksi itu berarti pula wewenang untuk membunuh. Tapi ini tak sampai ditanyakannya, karena ia mengalukan rencana yang tidak menyertakan pembunuhan. Saya akan menyiasati Lumumba, menangkapnya dan menyerahkannya kepada pemerintah Kongo untuk diadili," kata O'Donnell pada Kmisi Church, mengisahkan pengalamannya. Tapi O'Donnell tak sempat menangkap Lumumba. Lumumba menghilang dari Leopoldville sejak 27 November, setelah PBB mengumumkan delegasi Kasavubu menang dalam pemungutan suara. Lumumba lari ke Stanleyville, 180 kilometer di sebelah timur Leopoldville, basis kekuatannya sejak lama. Tapi dalam pelarian itu ia tertangkap, kemudian dipenjarakan di Thysville. Namun 13 Januari 1961 timbul keributan di Thysville.

Pasukan garnisun, Thysville yang ditugaskan menahan Lumumba minta upah tambahan pada Mobutu. Dengan ancaman: bukan sekedar melepaskan Lumumba, tapi mengembalikannya ke puncak kekuasaan. Tiga hari sesudah keributan di Thysville, Mobutu memindahkan Lumumba ke penjara Elizabethville, ibukota Provinsi Katanga yang dipimpin Moise Tshombe--musuh Lumumba sejak lama. Untuk terakhir kalinya Lumumba terlihat turun dari pesawat terbang, terikat, disepak dan dipukuli tentara Katanga, kemudian dilemparkan ke dalam jeep. Sesudah itu tak seorang pun tahu di mana Lumumba. 13 Februari, garnisun Katanga mengumumkan Lumumba melarikan diri ke hutan, dan kemungkinan besar telah dibunuh orang-orang primitif yang bermukim di hutan. Tapi tak seorang pun percaya pada pengumuman itu.
Konon Lumumba mati dibunuh tentara bayaran Belgia dan tentara Katanga, 17 Januari--hari kedatangannya di Elisabethville--atas perintah Moise Tshombe. Dengan demikian nampaknya AS tak terlibat dalam kasus pembunuhan Lumumba. Tapi ada pendapat, bahwa AS terlibat dalam kasus itu karena menghasut penguasa-penguasa baru di Kongo agar membunuh Lumumba. Hubungan ini dijalin lewat kedutaan, hingga agen-agen CIA tak begitu mengetahuinya, juga Devlin. Konon ini kemudian menjadi proyek tingkat atas. Memang, tak ada bukti-bukti yang pasti.

Lepas dari ketiga tokoh tersebut di atas yang dianggap pro komunis yang sudah mati itu, penulis tidak hendak mengungkap pandangan politiknya yang ke kiri-kirian sehingga menuai kebencian dari negara-negara yang berpaham demokratis dan sekular yang ternyata juga tidak menjamin kesejahteraan buat rakyatnya, akan tetapi penulis hanya mengangkat sisi patriotisme dan idealismenya untuk membangun jati diri bangsa yang bebas dari pengaruh tekanan pihak luar.

Jakarta, 13 Agustus 2009
Prihandhono

Rabu, 15 Juli 2009

Dahsyatnya Shalat Tahajud


Saudaraku, dikesempatan ini saya hanya ingin berbagi sedikit cerita tentang kedahsyatan dari bermesraan dengan Allah SWT hanya dengan melaksanakan qiyam lail (sholat malam) di sepertiga malam. Bayangkan saja, betapa dahsyatnya kasih sayang dan rahmat Allah SWT ketika kita bisa meluangkan waktu hanya sepertiga malam dari seluruh aktivitas harian yang kita jalankan. Ya…! Allah hanya butuh sedikit waktu dari kita. Allah meminta kita agar dapat bermesraan dengan-Nya, semata agar segala uneg-uneg dan beban hidup bisa kita curahkan dengan fokus kepada Sang Pemilik jiwa ini, sementara bila di siang hari semua insan dapat melakukannya sehingga “jalur komunikasi” itu menjadi penuh. Sesungguhnya Allah sangat menyenangi kepada ummat-Nya yang memohon dalam sholat malamnya (tahajjud) itu dengan meratap sendu bahkan tidak jarang dengan linangan air mata.

Saudaraku, dibawah ini saya ambilkan kisah seorang guru sebuah pesantren di Bogor yang begitu konsistennya tiap malam “nge-date” dan bermesraan dengan Allah. Semoga kisah ini dapat menjadi inspirasi buat kita semua.

Pak Hasbi, adalah seorang guru yang mengajar di sebuah pesantren di salah satu Kabupaten Bogor. Meski di usia yang relative masih muda, dia telah memiliki banyak pengalaman hidup, baik yang manis maupun pahit. Pengabdiannya yang besar pada sebuah lembaga pendidikan sebagai tanda syukurnya kepada yang Mahakuasa. Dia jadikan pengalaman hidupnya sebagai guru yang terbaik.

Anak-anak didiknya kerap memanggil akrab pak Hasbi. Dia sangat disenangi oleh siapa pun, bahkan rekan-rekan mengajarnya pun merasa senang dan terbantu dengan kehadirannya. Selain kecerdasannya dalam menguasai mata pelajaran, keramahannya juga menjadi cirri khas di antara guru lain.

Sejak beberapa tahun terakhir, rekan-rekan Pak Hasbi merasakan ada perbedaan dari sikap keseharian Pak Hasbi di lingkungan pesantren. Mulai dari cara berbicara, berpakaian, sampai beribadah. Perubahan yang menonjol adalah ibadah shalat sunnahnya.

Kebiasaan bangun malam menjadi cirri khas Pak Hasbi saat itu. Dia sudah kegandrungan shalat tahajud dalam beberapa tahun terakhir ini. Bangun pada pukul 03.00 dini hari hingga menjelang fajar adalah waktu dia memulai mengerjakan shalat tahajudnya. Mungkin pada sebagian orang, waktu ituadalah waktu yang sangat nikmat jika dipergunakan untuk tidur.

Shalat tahajud ini sepertinya “wajib” bagi Pak Hasbi dan terkadang isteri pun menemaninya dengan setia. Pasangan suami-isteri itu semakin akrab dengan shalat tahajud.

“Pak, mudah2an Allah memberikan taufik-Nya dan kita semakin istiqomah dengan cara seperti ini”, ungkap sang isteri kepada Pak Hasbi sambil sesekali mengelus perutnya yang kian membesar.

Sang isteri kerap mendengar suaminya menangis tersedu-sedu di tengah-tengah do’anya. Rasa haru diiringi do’a sering terdengar di telinga isterinya. Pak Hasbi mengungkapkan seluruh kelemahan dan keinginannya di hadapan Allah SWT. “Kenapa harus seperti itu sih Pak, ketika berdo’a ?” tanya sang isteri seusai shalat.

“Selain agar permohonan kita mudah dikabulkan, juga kalau dengan perasaan haru dan merinding, paling tidak akan jadi ciri do’a yang sungguh-sungguh, Bu, “jawab Pak Hasbi sekenanya.

Pak Hasbi melaksanakan ini semua benar-benar didasari dengan rasa ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT. Baginya, keikhlasan adalah awal dari segala bentuk perbuatan dan ibadah agar bisa di ridhoi oleh-Nya. Tidak hanya itu, dosa syirik kecil selalu dijauhinya, termasuk sikap dan sifat riya, yang termasuk dosa syirik kecil, karena khawatir rasa ikhlas dalam ibadahnya akan ternodai.

Sang isteri yang sedang hamil tua selalu menjadi penghibur dirinya. Dalam keadaan perut membesar, sang isteri tidak pernah menyurutkan semangat Pak Hasbi untuk menghentikan shalat tahajudnya, bahkan dia semakin meningkatkan keakrabannya kepada Allah SWT. Selain itu, harapan yang selalu dilantunkannya setiap malam adalah agar dapat memberikan sikap istiqomah juga diberikan kemudahan kelak ketika isterinya melahirkan.

Beberapa hari kemudian, benar juga dugaan Pak Hasbi kalau sebentar lagi isterinya akan segera melahirkan. Si isteri sudah mulai merasakan mulas dan mengelus-ngelus perutnya. Perutnya terus dipeganginya sambil memanggil-manggil sang suami. “Pak, Pak! Aku sudah gak tahan lagi mau melahirkan, nih !” ucap sang isteri sambil merintih menahan sakit. Pak Hasbi seketika langsung memegangi isterinya dan meminta tolong rekan-rekan gurunya untuk sesegera mungkin membawa isterinya ke bidan.

Dalam perjalanan ke bidan, Pak Hasbi selalu berdo’a bagi isterinya agar diberikan kekuatan dan kemudahan dalam melahirkan. Sesampainya di balai pengobatan, bidan langsung membawa isterinya ke ruangan persalinan. Sementara isterinya berjuang antara hidup dan mati maka Pak Hasbi pun menunggu dengan penuh rasa cemas, tidak berapa lama Pak Hasbi di panggil oleh bidan.

“Maaf, Pak. Sepertinya keadaan isteri Bapak harus dibawa ke rumah sakit yang lebih lengkap peralatannya”, ujar sang bidan menganjurkan. “Memang ada apa harus di bawa ke rumah sakit, Bu?” Tanya Pak Hasbi penasaran. “Isteri Bapak harus melahirkan dengan cara Caesar!” jawab si bidan.

Hampir tak percaya dengan ucapan yang baru saja didengarnya. Tiba-tiba,pikirannya segera dibuyarkan dengan tepukan di bahunya dari belakang oleh Pak Dindin rekan mengajarnya.

“Sudahlah, Pak Hasbi harus bersabar dan harus segera membawa isteri Bapak ke rumah sakit. Jangan sampai terlambat,” ujar Pak Dindin menasehati.

Tanpa pikir panjang lagi, Pak Hasbi dan Pak Dindin membawa Ibu Aminah (nama isteri Pak Hasbi) ke rumah sakit. Sambil menunggu di ruangan rumah sakit, tampak wajah Pak Hasbi penuh dengan pikiran yang membuat penampilannya bertambah lusuh. Perasaan cemas dan penuh harap semakin memenuhi pikirannya tatkala mendengar suara rintihan sang isteri dari kamar persalinan.

Tangisan seorang bayi telah membuyarkan pikiran Pak Hasbi dan membuat Pak Hasbi kegirangan. Saat itu hatinya dibuat gembira dengan suara tangisan sang bayi dan segera mengucapkan syukur kepada Allah SWT sambil sujud syukur. Namun, perasaan itu hanya sekilas menghampiri dalam hatinya. Kembali wajahnya mulai diselimuti kebingungan dan kecemasan. “Ada apa, Pak Hasbi?” Tanya Pak Dindin, “Bukannya anakmu telah lahir dengan selamat?” tambahnya lagi.

Tidak sepatah kata pun keluar dari mulut Pak Hasbi yang terdiam seribu bahasa. Rupanya, Pak Hasbi sedang dirundung masalah keuangan. Dia bingung dari mana mendapatkan yang banyak untuk membayar persalinan isterinya. Padahal, isterinya melahirkan dengan cara Caesar yang tidak sedikit biayanya.

“Aku bingung harus bayar dari mana biaya persalinan ini, Pak Dindin,” ucapnya mengadu. “Sudahlah, Allah Mahatahu. Yang terpenting isterimu dapat melahirkan dengan selamat,” jawabnya menghibur.

Tibia-tiba, obrolan mereka dipecahkan oleh kahadiran seseorang yang datang tanpa diketahui dari mana datangnya. Anehnya, orang tersebut siap menanggung biaya persalinan isteri Pak Hasbi. Pak Hasbi sendiri tidak pernah mengenal sebelumnya laki-laki misterius itu.

Sekali lagi, dengan mengucapkan hamdallah, Pak Hasbi semakin yakin akan pertolongan Allah SWT bagi orang-orang yang selalu memohon kepada-Nya. Cukup baginya dengan pengalaman itu, segala yang terjadi di dunia sudah pasti atas skenario Allah SWT. Manusia hanya di tuntut untuk berdo’a dan berusaha. Pak Hasbi dan isterinya sedang bergembira dengan kelahiran puterinya. Mereka sangat mensyukuri semua yang terjadi.

Sumber : 10 Kesaksian Pengamal Tahajud – Hendri Kusuma Wahyudi, Lc
Penerbit : Qultum Media
Kontributor : Poppy Lidya

Selasa, 09 Juni 2009

Penghuni Gua



Sangat menarik ketika mencoba mencermati Surah Al Kahfi (18) (Penghuni Gua), khususnya pada Ayat 63 – 78. Pada surah ini adalah tak lain adalah bentuk dari teguran Allah SWT kepada Nabi Musa. As ketika secara tersirat Nabi Musa sedikit tinggi hati ketika berdiri dihadapan khalayak Bani Israil, seperti apa yang Baginda Nabi Muhammad SAW sabdakan berikut ini :



“Sesungguhnya, pada suati hari, Nabi Musa berdiri di depan kaum Bani Israil, lalu beliau ditanya, “Siapakah orang yang paling berilmu?” Jawab Nabi Musa, “Aku.” Ketika ditanya, “Adakah orang-orang yang lebih berilmu dari Anda?” Nabi Musa Menjawab, “Tidak ada.” Lalu Allah SWT menegur Nabi Musa dengan firman-Nya, “Sesungguhnya, di sisi-Ku ada seorang hamba yang berada di pertemuan dua lautan dan dia lebih berilmu daripada kamu.”


Lantas, Nabi Musa pun bertanya, “Allah, di manakah aku dapat menemuinya?” Allah pun berfirman, “Bawalah bersama-sama kamu seekor ikan dalam keranjang. Sekiranya ikan itu hilang, di situlah kamu akan bertemu dengan hamba-Ku itu”



Selanjutanya Al Qur’an sendiri mengatakan dalam Surah Al-Kahfi (18). Ayat 63-78 bagaimana Perjalanan Nabi Musa untuk menemui hamba Allah (Nabi Khidir) yang shaleh untuk berguru kepadanya :



63. Muridnya menjawab: Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali. (QS. 18:63)



64. Musa berkata: Itulah (tempat) yang kita cari. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula. (QS. 18:64)

65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. (QS. 18:65)

66. Musa berkata kepada Khidhr: Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu (QS. 18:66)



67. Dia menjawab: Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku. (QS. 18:67)

68. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu (QS. 18:68)

69. Musa berkata: Insya Allah kamu akan mendapatkanku sebagai seorang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun. (QS. 18:69)



70. Dia berkata: Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tetang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu. (QS. 18:70)



71. Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidihr melobanginya. Musa berkata: Mengapa kamu melobangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya? Sesungguhnya kamu telah berbuat kesalahan yang besar. (QS. 18:71)

72. Dia (Khidihr) berkata: Bukankah aku telah berkata: Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku (QS. 18:72)



73. Musa berkata: Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku. (QS. 18:73)



74. Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidihr membunuhnya. Musa berkata: Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar. (QS. 18:74)

75. Khidhr berkata: Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku (QS. 18:75)



76. Musa berkata: Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur kepadaku. (QS. 18:76)



77. Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata: Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu. (QS. 18:77)



78. Khidihr berkata: Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya. (QS. 18:78)

Selama di utus oleh Allah SWT, untuk berguru kepada Nabi Khidir rupanya Nabi Musa As tidak dapat menahan kesabaran melihat betapa anomalinya perbuatan Nabi Khidir menurut pandangan normal Nabi Musa. As yang sesungguhnya dia tidak mengetahui apa maksud yang sebenarnya dari perbuatan Nabi Khidir tersebut. Maka tibalah saatnya mereka berpisah, dan sebelum berpisah Nabi Khidir menerangkan kepada Nabi Musa. As maksud dari semua perbuatannya itu, seperti yang dikatakan dalam Al Qur’an Surah Al Kahfi (18), Ayat 79 – 82 sebagai berikut :



79. Adapun bahtera itu kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena dihadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera. (QS. 18:79)



80. Dan adapun anak itu maka kedua orang tuanya adalah orang-orang mumin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. (QS. 18:80)



81. Dan kami menghendaki, supaya Rabb mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anak itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya). (QS. 18:81)



82. Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Rabbmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanan itu, sebagai rahmat dari Rabbmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya. (QS. 18:82)



Catatan :

Menurut saya banyak hikmah yang dapat dipetik dari tulisan di atas kepada kita semua yang mengaku beriman hendaknya dapat :

1. Bila seseorang sudah bisa rajin menghadiri majelis taklim ke berbagai tempat, bahkan sudah bisa mengajak saudaranya yang lain untuk berbuat kebaikan, hendaknya dia juga bisa menjaga lisannya untuk tidak membuat ghibbah, dan hendaknya pula dia bisa menjaga keingintahuannya lebih dalam terhadap situasi anomaly dilingkungannya, karena sesungguhnya dia tidak pernah tahu apa yang diperbuat oleh orang lain, akan tetapi ketika dia sudah mulai berani memperbincangkannya tanpa tahu kondisi lebih dalam, maka dikhawatirkan bila tidak benar akan menjadi fitnah.

2. Bersikap sabarlah ketika melihat sesuatu yang dianggapnya diluar batas pengetahuannya dengan tidak gegabah menjustifikasi perbuatan saudaranya adalah salah sebelum dirinya mengetahui lebih jauh dengan bertanya kepada saudaranya itu, tentunya bukan dengan pertanyaan yang bersifat menghakimi. Ketika hal ini terjadi, maka tengoklah diri sendiri, sudah benarkah diri ini ? dan sudah layakkah diri ini menjadi suri tauladan buat orang lain ?

Semoga artikel yang saya kutip dari Republika on line (Ahad, 7 Juni 09), dan Al qu’ran ini sedikit banyak dapat membawa manfaat buat semua.


Kaimuki,

Greatangel

Selasa, 17 Maret 2009

Naif Sekali...




Hari ini matahari bersinar begitu lembutnya menerpa wajahku ketika aku bersiap hendak mengawali rutinitas kerja. Ya! Aktivitas ini begitu menyenangkan karena aku dapat berkreativitas dalam bekerja dan berinteraksi deangan relasi dan rekan kerja di daerah melalui fasilitas internet, sekaligus dapat terus bersilahturahmi dengan tetangga, kawan sekolah, kuliah, saudara di media fesbuk yang kini mulai menggila demamnya.

Sempat terpikir ketika aku dalam perjalanan menuju kantor, bahwa bumi yang semakin tua ini telah membuat warganya juga begitu komplek dalam menjalani hidupnya. Banyak karakter manusia yang semakin aneh, baik dalam bersikap, bertutur kata, bertingkah laku terhadap teman, saudara, tetangga, bahkan dengan orang yang dikasihi sekalipun, apalagi dengan orang yang bekas dikasihinya.

Sebuah pemikiran yang sangat naïf dalam diri ini yang pada awalnya berpendapat bahwa sejalan dengan perkembangan jaman dengan segala kemajuannya, tentulah mereka semakin taqwa kepada Sang Maha Pencipta, karena kemajuan yang dirasakannya dan dinikmatinya ini karena berkat ridhoNya semata yang telah menganugerahkan kepandaian dalam berfikir sehingga mampu berkarya dan meraih apa yang di cita-citakannya, dan kemakmuran hidupnya pun menjadi lebih baik. Rupanya begitu keliru pemikiran lugu yang timbul dalam benak diriku yang tidak tahu apa-apa ini, karena kepandaian, kecerdasan dalam berfikir, kekayaan materi, kedalaman ilmu baik ilmu dunia maupun agama yang dikuasainya, tidak serta merta membuat seseorang menjadi lebih istiqomah, tawaddu dan taqwa kepada Sang Pemilik Kehidupan ini.

Itulah manusia, yang berada di puncak kekuasaan maunya ingin terus berada di atas dan terus berkuasa, terkadang jalan yang ditempuh pun berbagai cara, dari yang halus dan elegan bahkan ada yang sampai harus melenyapkan lawan-lawan politiknya. Sementara tujuan utama untuk mensejahterakan rakyatnya bukan lagi jadi prioritas utama.

Tumpukkan harta yang berlimpah selain sebagai bukti dari symbol status di masyarakat sekitarnya, juga seseorang dapat berlaku semaunya, karena mereka berprinsip uang dan harta yang mereka miliki bisa membeli segalanya. Dilingkungan pertemanan dia bisa mempengaruhi orang-orang disekitarnya agar mau menuruti kemauannya. Lisannya seraya bertuah dan bisa berucap seenaknya tanpa mau lagi melihat perasaan saudaranya yang lain.

Sudah begitu kompleks rupanya kehidupan di dunia ini, sampai-sampai masih ada saja pihak-pihak yang tidak puas dengan jalannya pemerintahan. Ada saja yang selalu dikritisi tanpa mau memberikan kontribusi, atau minimal mendukung kebijakan pemerintah yang sedang berjalan. Repotnya ya… begini kalau rakyatnya sudah terbiasa mengkonsumsi mie instan, maka semuanya juga mau serba instan. Mereka gak menyadari bahwa Negara-negara maju dan mapan itu membangun negerinya, baik pembangunan mental bangsa, berdemokrasi, dan pembangunan fisiknya butuh waktu yang panjang. Lebih mirisnya adalah Negara ini dan aparat pemerintahnya yang di caci maki itu pada kenyataannya orang-orang yang tidak puas tersebut justru mengais rejeki untuk menghidupi keluarganya dari negeri ini. Masya Allah…!!! Kenapa jadi sulit sekali untuk bersyukur atas nikmat dan karunia yang telah diberikanNya ? Siapapun yang memimpin negeri ini kalau tidak didukung sama rakyatnya ya kapan majunya negeri ini, dan siapapun pasti akan mendapatkan tantangan yang berat dalam membangun bangsa yang besar ini.

Sementara mereka ada pula yang membentuk kelompok eksklusif di bidang keagamaan, mereka akan memandang rendah bila melihat orang-orang yang belum memakai ghamis, apakah memang itu ukuran untuk mendapatkan tiket ke syurganya Allah ? Bukankah mereka seharusnya mau mengajari dengan baik kepada jamaah lainnya, tidak tinggi hati karena kedalaman ilmu agamanya serta tidak memberi jarak dengan sesama saudara muslim lainnya.

Lebih gak habis pikir lagi ada sebagian orang yang begitu teguhnya mengimani dan bersikap seperti dalam pepatah : “ biar miskin asal kesohor” ke sohor sombongnya kah ? sehingga enggan bangkit dari keterpurukan. Bisa jadi dengan berlaku sombong dimana kata-katanya yang selalu berubah-ubah dan tidak dapat dijadikan pegangan, serta lisan yang sangat menyakitkan bila bertutur kata, semata karena ingin membuat sakit hati orang-orang yang dia musuhinya. Sungguh sangat menyedihkan orang-orang seperti ini, hatinya telah mengeras! Dia tidak sadar bahwa dendam kesumatnya itu tidak membawa manfaat apa-apa buat dirinya, kecuali hatinya yang semakin sempit dan jauh dari ridho Allah, karena kecenderungan sikap dan lidahnya yang senantiasa dipergunakan untuk mendzalimi orang terdekatnya yang kini dia jadikan musuh abadinya. Yaa Allah… apakah dia pikir kelak bila Engkau memanggilnya, apakah jasadnya dapat berjalan sendiri ke liang lahat, apakah dia dapat mengurusi jasadnya sendiri tanpa bantuan orang lain ?

Semoga hati ini selalu Engkau jaga dengan sikap ikhlas dalam menerima ujian Mu, berikanlah selalu kesehatan jiwa dan raga ini Yaa Rabb…agar aku bisa menjadi orang yang pandai bersyukur atas segala nikmat yang engkau berikan, serta waktu yang lebih banyak untuk selalu memuji Mu.

Jakarta, 18 Maret 2009

Bintaro – Kebon Jeruk,

Asprima

Senin, 09 Maret 2009

"BAJU ITU BUKAN MILIKKU"



Seringkali aku tidak sadar untuk selalu menggunakan kekuasaanku secara tidak proporsional terhadap orang-orang yang berada di sekitarku, bahkan kepada rakyat aku kerap melampaui batas wewenangku sebagai seorang pemimpin. Hak-hak mereka telah aku abaikan, bahkan terhadap lawan-lawan politikku mereka aku singkirkan dengan cara-cara yang keji, bahkan hingga anak cucu mereka hak untuk berkarya dan mendapatkan rezeki di negeri ini telah dengan sengaja aku hambat, semata karena sikap paranoidku yang tidak beralasan.

Aku kerap begitu menikmati posisi jabatanku yang sekarang ini, jabatan ini telah membawaku menikmati kemajuan Negara lain, bahkan hasil dari penempatanku telah membuatku berhasil mengumpulkan pundi-pundi dan menambah lebih banyak lagi property di tanah air. Aku kini menjadi lebih selektif terhadap orang-orang di sekitarku, yang tidak sepadan denganku aku , karena menjadi risih berdekatan dengannya, dan aku berpikir : “mereka berada didekatku hanya untuk meminta apa yang telah kumiliki”

Kecerdasanku serta kemampuan bilingualku yang di atas rata-rata telah membuatku menguasai berbagai macam di siplin ilmu dunia, aku begitu mudah memahami suatu pengetahuan yang baru saja aku dapatkan. Kemampuan otak yang kumiliki ini membuatku menjadi super diantara orang-orang yang berada di sekelilingku, dan aku tidak akan menerima pendapat atau pemikiran orang lain yang tidak sepadan denganku dan hal ini aku anggap akan menghabiskan energiku saja! Bahkan aku akan senang bila orang-orang disekelilingku mengernyitkan dahinya ketika aku mengeluarkan jurus maut bilingualku, aku gak perduli lagi apakah mereka mengerti atau tidak, yang penting adalah bahasa telah menunjukkan gengsi bukan lagi bangsa!

Koleksi mobil mewah serta motor besar nan mahal, menghiasi garasiku yang setara dengan rumah type 70 telah membuatku begitu menikmatinya. “Ya! Aku bisa melajukan mobil atau motor besarku dengan gagahnya di jalan umum tanpa aku perdulikan kepentingan pengendara lain dan ambulan, yang meminta jalan kepadaku karena kepentingannya lebih mendesak dari diriku. Aku menjad paling terdepan, tersukses, terhebat ketika aku berada dan berkumpul di komunitasku.

Aku sadar, aku memang tidak memiliki segalanya, bahkan pekerjaan tetap pun tidak punya untuk dapat sekadar memberikan aku kebanggaan, namun aku begitu menikmati setiap kata-kata yang meluncur deras dari bibirku telah membuat orang yang telah begitu perduli dengan penderitaanku kini, bahkan ketika aku terkapar tidak berdaya ia hadir di sisiku itu menjadi tertekan dan bungkam seribu bahasa tanpa bisa membalas sedikitpun kata-kata pedas nan menyakitkan hati itu terucap dari bibirku yang kerap masih aku hiasi dengan lantunan kitab suciMu, bahkan aku pun rajin menghadiri majelis taklim yang selama ini menjadi tempat aku menimba ilmu. “Ya! Aku begitu menikmatinya ketika ia menjadi terhina karena lisanku” Ya…sikap arogan, angkuh telah aku pergunakan untuk urusan yang tidak jelas, dan aku sungguh tidak perduli lagi dengan ritual Minal Aidin Wal Faidzin yang kerap aku lafadzkan ketika tiba Idul Fitri, karena setelah itu aku dapat dengan mudahnya kembali kepada sifat asliku.
---------------------------------------------------- :
“Yaa Raab….” Engkau yang menguasai alam semesta beserta segala isinya ini. Engkau yang lebih dulu ada dari segalanya ini, Engkaulah yang telah menciptakan langit dan bumi, sesungguhnya sangat berhak atas diriku ini yang telah merampas, dan memakai “BajuMu”

“Ya…! Kesombongan, Keangkuhan sesungguhnya yang pas menggunakannya hanyalah Engkau Yaa Allah, karena Baju itu memang sesungguhnya milik Engkau, namun aku yang tidak tahu diri ini telah begitu gegabah telah memakainya tanpa mau melihat lagi pantas atau tidak “Baju” itu aku kenakan, bahkan sudah aku pergunakan untuk mendzalimi sesama umatMu yang tidak berdaya.

Andai saja salah satu kenikmatan yang aku terima ini Engkau kurangi, maka betapa tersiksanya dan ruginya aku ini. “Yaa Allah… sesungguhnya aku termasuk ke dalam orang-orang yang kufur akan nikmatMu”

Kekuasaan, Jabatan, Kepandaian, Harta yang melimpah, Ilmu, Kesehatan yang aku dapatkan telah tidak aku pergunakan di jalanMu, jalan untuk saling berbagi kepada sesama umatMu. Kelebihan-kelebihan yang aku peroleh telah aku pergunakan untuk berbangga diri dan cinta dunia.

Yaa…Allah sesungguhnya aku ini termasuk kedalam orang-orang yang merugi, justru aku sungguh sangat iri dengan orang-orang yang hidup jauh di bawah aku, tapi mereka selalu bersyukur atas nikmat yang Engkau berikan dan mereka selalu memujiMu siang dan malam, sementara aku? Telah begitu larut dengan segala yang aku miliki sehingga aku lalai dalam mensyukuri nikmat dan karuniaMU.

Sesungguhnya aku sangat malu kepadaMu Yaa Allah…, bila aku sadari bahwa segalanya yang aku miliki ini baik : Kekuasaan, Jabatan, Kepandaian, Harta yang berlimpah, itu karena RidhaMu kelak yang akan menjadi fitnah apabila aku tidak mempergunakannya dengan baik di jalanMu.

Kelak setiap saat aku akan pergi menghadap panggilanMu, maka segalanya yang aku miliki tidak akan ada yang menyertaiku hingga ke liang lahat, kecuali amal dan ibadahku, serta Isteri dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Dengan segala kelemahanku, ketidak berdayaanku sebagai mahlukMu, terimalah taubatku dan ampunilah segala kekhilafanku yang telah memakai BAJU KESOMBONGAN MU semata untuk hidup berbangga diri di dunia yang fana ini

------------------------------------------------------------- :
Jakarta, 10 Maret 2009
Prie.

Rabu, 04 Februari 2009

Kakek Dan Nenek Kami



Menikmati hari tua bersama para cucu adalah sebuah kenikmatan tersendiri buat pasangan warga senior (maaf saya tidak menyebut kakek dan nenek ini dengan manula, sudah sepantasnya menyebut mereka warga senior karena baktinya pada Negara dan keluarga yang sangat sarat). Sipapun akan merasa bangga bila anak-anak yang mereka miliki telah berkeluarga dan memberikannya beberapa orang cucu.
Yaa…cucu ini akan menjadi sumber berita yag tidak ada habis-habisnya buat mereka ceritakan kepada teman, sejawat, dan tetangga mereka, bahkan banyak para warga senior ini nekat bersusah payah tanpa mau memberi kabar kepada anaknya untuk pergi berkunjung dengan menggunakan angkutan umum hanya untuk bertemu dan bermain dengan cucunya tercinta. Kasih sayang para warga senior ini bahkan seringkali melebihi kasih sayang orang tuanya sendiri, bahkan ada yang tidak rela bila ada cucunya yang menerima perlakukan tegas dari orang tua kandungnya sendiri, mereka warga senior tentu akan membelanya.
Kebahagiaan bathin itu menjadi tiada taranya ketika anak-anak mereka berkunjung untuk bersilahturahmi dengan membawa cucu-cucunya, segala kesibukan rumah tangga pasti akan ditinggalkannya. Yaa…!!! Mereka para kakek dan nenek ini akan segera melepaskan rutinitasnya dan segera bermain, ngobrol, bercanda dengan para cucunya itu. Sebuah pandangan umum yang ideal buat kehidupan dimanapun, dan menjadi dambaan buat kebanyakan orang tua yang anak-anaknya sudah berumah tangga dan memiliki anak.
Kedekatan bathiniah antara cucu dan kakek-neneknya adalah merupakan alat referensi lain bagi si cucu dalam mencari figure tauladan selain orang tua kandungnya sendiri. Kemampuan sang kakek dan nenek dalam mengolah kedekatan bathin dengan berbagai cara kepada para cucunya, kelak menjadi sebuah budaya dan ini akan membawa dampak positif terhadap jiwa sang cucu, karena intensitas mereka dalam berinteraksi serta hubungan emosional yang dalam diantara mereka. Sikap seperti ini yang akan mempengaruhi kehidupan si cucu kelak, yakni mereka akan memiliki jiwa yang lembut dan penyayang. Artinya si anak (cucu) akan benar-benar mendapatkan pembelajaran tentang kasih sayang dari dua sisi sekaligus (orang tua kandung dan kakek-neneknya)



Namun demikian ada pula warga senior (kakek-nenek) yang tidak dapat menikmati hari tuanya dengan bercengkerama, bermain, dan mengobrol dengan para cucu-cucunya, walau cucu-cucu yang dimilikinya ini berjumlah banyak dan sedang berangkat remaja. Seorang kakek-nenek akan begitu bahagianya bila anak-anak mereka datang berkunjung untuk bersilahturahmi dengan membawa anak-anaknya (cucu-cucu) dan moment ini tentunya akan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh sang kakek dan nenek untuk memberikan waktunya kepada para cucunya, baik itu hanya sekedar mengobrol atau mengajaknya bercerita tentang masa lalunya.
Sementara bila orang tua mereka datang berkunjung untuk bersilahturahmi, maka para cucu yang sudah berangkat remaja itu akan langsung masuk kamar dan bermain play stasion, nonton televise, bahkan bercanda dengan para saudara-saudaranya yang lain. Kegiatan seperti ini kerap terjadi hingga saat ini, bisa dapat dibayangkan nantinya bahwa para cucunya ini kelak akan sangat minim sekali mendapatkan figure tentang kakeknya. Ya! Karena sang kakek ketika cucu-cucunya datang berkunjung malah menyibukkan diri dengan pekerjaan rumah, yang nyaris sepanjang sisa hidupnya hanya dihabiskan untuk bekerja…dan bekerja yang tentunya kalau mau di urusi pekerjaan rumah ini sampai kapanpun tidak akan ada habisnya, namun kesempatan memberikan perhatian, bercengkerama dengan memberikan nasehat-nasehat kepada para cucunya tentulah ada batasnya. Artinya bila kelak sang cucu telah tumbuh dewasa tentunya waktu untuk berkunjung menjadi terbatas, karena mereka sudah akan semakin sibuk dengan urusannya masing-masing.
Situasi seperti ini sungguh sangat merugikan ke dua belah pihak, yaa…!!! Karena mereka sudah tidak dekat ikatan bathinnya! Maka berbahagialah para kakek dan nenek yang hanya memiliki sedikit cucu tapi mereka selalu bahagia karena mereka mampu meningkatkan kualitas hubungan tidak hanya sebatas kakek dan cucu tapi hubungan yang lebih mendalam karena sang cucu banyak mendapatkan pelajaran dannasehat moralitas yang kerap disampaikan selama mereka berinteraksi.
Semoga para warga senior ini cepat dapat menyadari kekurangnnya dan dapat dengan segera pula merubah strateginya dalam membina kebersamaan dengan para cucunya, semata agar kedekatan bathin dan figure tauladan dari sang kakek dapat menjadi inspirasi hidup sang cucu.

Jakarta, 05 Februari 2005
Kami yang tetap mencintai walau kami tidak dapat dekat bathin kami karena sibuknya kakek dan nenek selama ini : Imammiaditoamandaardhandhaniiqbalrezaluthfikarinaharzaabiantoayu