Entri Populer

Selasa, 06 Maret 2012

Pejompongan-Bendungan Hilir (Dahulu Kala)

Gak tau kenapa, tiba-tiba aja gue kepengen banget nulis tentang Pejompongan dan Bendungan Hilir, tempat dimana gue ngabisin masa kecil hingga remaja di wilayah ini. Gue sendiri sebenarnya bukan asli penduduk Pejompongan, malah gue lebih dekat dan kental dengan budaya Betawi, Utan Kayu. Ya, ortu gue dulunya tinggal di Jl. Mangga, Utan Kayu-Rawamangun, lantas karena Bokap gue yang Pegawai Negeri Departemen Pekerjaan Umum, dapat rumah di Jl. Danau Tamblingan-Blok. F, makanya pada tanggal 30 September 1973, gue sekeluarga buru-buru hijrah kelingkungan baru, yakni di Pejompongan sampai sekarang (rumah orang tua).



Gue yakin penduduk asli Pejompongan sendiri sampe hari ini pasti gak ada yang tau apa arti kata dari Pejompongan, cuma gue boleh dapat dari Wikipedia, Pejompongan disebut sebagai :



Pejompongan, Bendungan Hilir, merupakan kawasan pemukiman kelas menengah ke atas di Jakarta yang mulai dikembangkan sejak masa 1950-an. Kawasan ini dibangun sebagai prasarana untuk tempat tinggal pegawai negeri dan institusi negara lainnya yang harus bertempat tinggal di Jakarta.

Wilayah Pejompongan terletak di sebelah utara kompleks olah raga Senayan, dan di sebelah timur kawasan Slipi. Secara administratif berada dalam Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat dan sebagian besar berada di Kelurahan Bendungan Hilir.



Arena Bermain :





Bener apa kata Wikipedia, Pejompongan dan Bendungan Hilir yang dikonsep sebagai tempat pemukiman golongan menengah ke atas itu gak bikin jomplang pertemanan, karena rata-rata status sosialnya sama, yakni yang kebanyakan orang tuanya sebagai pegawai negeri sipil, atau militer, jadi kalau main asyik aja semua menyatu. Gak kayak anak-anak jaman sekarang yang kelayapannya ke mall, atau ngerem di rumah lantaran asyik pada internetan, kalau anak-anak Pejompongan dan Bendungan Hilir di era tahun 70an tempat main yang paling asyik saat itu, main di kali Ciragil yang airnya masih kecoklatan lantaran belum di beton seperti sekarang, jadi ekosistemnya masih baik, karena di kali itu masih banyak ikan mujair, ikan mas (kalau danau di Taman Ria-Senayan airnya meluap lantaran hujan deras).



Dulu suka main bola dilapanan milik RSAL-Mintohardjo yang ada dibagian belakang Rumah Sakit, kala itu lapangan bola ini boleh dibilang yang terbaik ke tiga setelah Stadion Senayan, dan Stadion Menteng, rumput yang tebal dan rata, juga panjang lapangan yang standar FIFA, makanya lapangan Sepak Bola milik Angkatan Laut ini kerap suka dipakai bertanding oleh klub-klub bola yang ada di Jakarta, bahkan sering juga pihak TNI AL kedatangan tim sepak bola dari Angkatan Laut manca negara, yang gue inget pernah tim Angkatan Laut Perancis datang bertanding kesana lawan tim sepak bola TNI-AL.





Atau nge-bolang di Kebun Pembibitan milik Pemda DKI (sekarang Apartemen Park Royal), dulu gue sering banget nyolongin bibit tanaman disana, cuma gitu, dasar masih bocah, bibit tanaman yang gue colong, lantas gue buang gitu aja dijalan.



Tempat bermain anak-anak Blok. F lainnya yang gak kalah asyik adalah main perang2ang pakai katapel dan berburu ayam tetangga yang nyasar di Kebon (Jalur Hijau) di depan Jalan Danau Dampelas (sekarang jadi tempat parkir peralatan Dinas Pekerjaan Umum DKI), paling keren kalau malam Minggu main dor nama (perang2an) di areal itu, asyik kayak perang beneran, muka dibikin cemong, biar musuh salah tebak, satu tum pada tukeran baju.



RSAL Mintohardjo Ikon Warga Pejompongan dan Bendungan Hilir :



Pejompongan sendiri terdiri dari tujuh (7) Blok yang dibangun dijaman pemerintahan Soekarno, yakni mulai dari Blok. A sampai dengan Blok. G. Hebatnya semua nama Jalan di wilayah perumahan Pejompongan ini pakai nama-nama Danau yang ada di seluruh Indonesia, sedangkan orang tua gue sendiri tinggal di Blok. F, sementara wilayah Bendungan Hilir yang relative lebih tinggi wilayahnya, kebanyakan juga di huni oleh pegawai sipil atau militer dari Kesatuan Angkatan Laut, mulai dari Jl.Bendungan Hilir Raya, Jl. Bendungan Jatiliuhur, Jl. Bendungan Asahan, Taman Rawa Pening, dan Jl. Bendungan Walahar.



Rumah Sakit Mintohardjo (adik gue yang paling kecil si Lupi, dulu suka kesrimped lidahnya kalau bilang RSAL jadi Israel, mungkin lantaran dia waktu itu masih kecil, jadi tuh lidah rada ribet ngucapin kata RSAL). Rumah Sakit ini jadi ikon warga Pejompongan dan Bendungan Hilir, karena di kedua wilayah itu cuma gedung RSAL ajalah yang paling menonjol dan mudah diingat oleh semua orang (sampai sekarang kayaknya). Kisah berdirinya RSAL sendiri yang gue dapat dari web sitenya RSAL Mintohardjo adalah sebagai berikut :

Rumah Sakit Angkatan laut Dr.Mitohardjo Jakarta, berlokasi di jalan Bendungan Hilir No.17 Pejompongan Jakarta Pusat, tampak asri, besar dan kokoh, rumah sakit ini dibangun diatas lahan seluas 42.586 m2.

Cikal bakal Rumah Sakit ini berawal dari sebuah kegiatan pelayanan kesehatan berupa perawatan pasien di jalan Cut Meutia No.16 dan klinik bersalin di jalan Citandui No.4 dan jalan Cidurian No.2 Menteng Jakarta Pusat yang kesemuanya itu dikelola oleh Dinas Kesehatan Komando Daerah Maritim Djakarta yang berkedudukan di jalan Prapatan No.48 Djakarta.

Dengan berkembangnya TNI-AL dan tuntutan kebutuhan pelayanan dan perawatan kesehatan, maka dibangun sebuah rumah sakit di Bendungan Hilir dan diresmikan pada tanggal 1 agustus 1957 diberi nama Rumah Sakit Angkatan Laut Djakarta, sebagai komandan dipercayakan kepada Mayor Laut (K) dr.Gandi.AT. Pada saat itu prasarana dan fasilitas rumah sakit sangat sederhana, diwakili oleh 5 orang dokter yang terdiri dari dokter bedah, anak, kebidanan, penyakit dalam dan satu orang dokter umum.



Tempat Hiburan Warga Pejompongan dan Bendungan Hilir :



Anak-anak Pejompongan dan Bendungan Hilir, sebenernya sih…sudah sangat dimanjakan dengan keberadaan dua bangunan bioskop yang berada di sepanjang Jalan Bendungan Hilir Raya, yakni untuk yang lagi cekak uang jajannya bisa nonton di Benhil Theater (sekarang Menara Batavia), di bioskop ini semua orang bisa nonton dengan kaki naik diatas bangku kalau lagi hujan, begitu hujan reda sandal pada hilang lantaran kebawa air kali Krukut. Paling asyik kalau nonton di bioskop ini pas malam Jum’at, karena penghuni Pejompongan Indah pas lagi libur. Di jaman itu, kalau nonton di bioskop ini penontonnya masih pada demen tepuk tangan kalau jagoannya dalam film menang berkelahi, kayaknya asyik-asyik norak ngeliatnya.



Buat yang baru aja dapet uang jajan, atau baru aja ngibulin orang tuanya, anak-anak Pejompongan atau Bendungan Hilir bisa nyambangin bioskop yang adem ber-AC di Pasar Bendungan Hilir, yakni Bioskop Benhil Raya Theater, di bioskop ini tempatnya rada mendingan elit, dan buat yang punya kebiasaan tepuk tangan kalau lagi nonton, pasti bakalan malu, lantaran disorakin norak. Di Bioskop ini pernah ngalamin masa kejayaan yang gilang gemilang, ketika meledaknya film-film Warkop DKI, penonton dari seantero Pejompongan dan Bendungan Hilir, bakal tumplek-blek ke bioskop ini. Cuma ada di bioskop ini yang penontonnya bisa reunian di dalam bioskop, dan cuma nonton di bioskop ini pula yang bisa bawa makanan gado-gado Bu Bambang ke dalam gedung bioskop, itu karena gedung bioskop ini adanya jadi satu dengan Pasar Bendungan Hilir.



Anak-anak Pejompongan dan Bendungan hilir kalau lagi royal bisa juga pada nonton ke Jakarta Theater, Eldorado, New Garden Hall Theater, atau biar kelihatan keren dikit (padahal lagi cekak juga) nontonnya bisa di Mayestik atau Adhi Theater (Pasar Blok. A-Kebayoran Baru)



Pejompongan-Bendungan Hilir Kompleknya Sekolahan :



Remaja-remaja Pejompongan dan Bendungan Hilir kala itu berteman sangat akrab, bisa jadi lantaran mereka pada sekolah di sekolah yang sama, yang gue inget untuk Sekolah Dasar aja ada SD. Negeri Pagi 1 sampai Pagi 5, untuk yang berada di wilayah Bendungan Hilir ada SDN Gang IX Pagi (sekolah gue, yang sekarang sudah jadi Gereja), SD KPBD, dan SD. DCI, SD Guntur, begitu mereka pada lulus SD, ngelanjutinnya juga gak jauh-jauh, disana ada SMPN XL (40) yang masuknya pagi barengan sama Pegawai Negeri, dan siangnya SMPN LXX (70), yang masuknya siang jam 12.00 barengan sama tukang sayur pulang dagang, juga ada SMP Al’ Abrar dan SMP Guntur. Gedung (SMP XL dan SMP LXX) ini terletak di Jalan Danau Limboto, yang gue heran, bisa-bisanya satu gedung dipakai bersama buat belajar, walau akhirnya SMPN LXX (70) bisa juga punya gedung sendiri di Jl. Tenaga Listrik-Karet Tengsin (malu).



Uniknya di kedua sekolah ini (SMPN XL dan SMPN LXX), yang jadi satu gedungnya (Kayak SAMSAT AJA!) sering banget pada ribut berantem lewat surat-suratan, yang anak SMPN XL sebelum pulang suka ngeledek lewat surat, dan anak-anak siang (SMPN LXX) yang merasa kesinggung, ngancem lagi lewat surat. Gitu aja terus, dan seinget gue, belum pernah ada ribut-ribut sampai tawuran bacok-bacokan kayak anak-anak SMA jaman sekarang. Lebih hebat lagi kalau di luar jam sekolah (libur) semuanya yaa…pada berteman dan akur-akur aja. Emang hebat anak-anak Pejompongan dan Bendungan Hilir ini.



Remaja-remaja yang dulunya sekolah di SMPN XL dan XXL ini makin akrab dan akur aja ketika lulus SMP-nya kebanyakan pada ngelanjutin ke SMAN 24-Lapangan Tembak, atau Komdak, sebagian ada yang masih ngerem di wilayah Bendungan Hilir, yakni SMAN 35, dan yang pengen dibilang petualang pada masuk ke SMAN 4, SMAN 7, semua dibilangan Jakarta Pusat, sedangkan yang belajar di Jakarta Selatan ada di SMAN. 3, SMAN. 6, SMAN. 11, dan SMAN. 9



Pekan Olah Raga Warga Pejompongan Dan Bendungan Hilir :





Semangat kesukuan, boleh dibilang pada waktu itu gak begitu menonjol, justru semangat sesame warga satu Rukun Warga (RW) lah yang saat itu sangat menonjol. Gimana enggak? Dulu tiap tahun pihak Kelurahan Bendungan Hilir yang warganya terdiri dari 8 (delapan) RW ini selalu ngadain Tarkam antar RW dengan cabang-cabang olah raga kayak : Sepakbola yang diadakan di Lapangan Merah (Cabang dari Lapangan Merah di Uni Sovyet), Bola Volley, biasa dipakai Lapangan di Wisma Lumba-Lumba, dan cabang Bulutangkis dengan Hall Legendarisnya di Komplek PAM Lama. Paling bangga emang jadi warga RW 03, disini tempat gudangnya atlit di cabang-cabang ke tiga olah raga tersebut. Ada keluarga besar Decky bersaudara, keluarga ini sangat dikenal dengan anggota keluarganya yang serba bisa disemua cabang olah raga, lantas ada Djonny Amrin (almarhum), Ami Yunus, Denny, Ongko, Wawan (almarhum), Benny Faturahman, Hazairin, Iwan, Herry Jangkung, mereka adalah jago-jagonya olah ragawan volley.

Di event ini semua warga bisa saling ketemu dan ngobrol sesama supporter walau mereka berada di kubu lawan. Mereka guyub, akur, dan saling bercanda, cuma yang bikin prihatin kalau lagi warga RW 08 main bola, gak perduli siapa lawannya pasti selalu ada keributan di cabang olah raga ini, tapi tetep aja, yang namanya gue paling demen sama sepak bola, tetep aja main dan nonton.



Komunitas 548, Bukti Guyubnya Warga Pejompongan-Bendungan Hilir :



Kalau radio komunikasi 11 meter dan 2 meteran memang jadi mainan anak-anak remaja se Indonesia, gak ketinggalan anak-anak Pejompongan dan Bendungan Hilir. Komunitas 548 sebagai bukti gak adanya kasta sosial dan pembagian wilayah pertemanan, di komunitas ini tergabung anak-anak Pejompongan dan Bendungan Hilir bersatu dalam pertemanan baik di udara maupun pada saat copy darat, bahkan di acara copy darat mereka lebih solid lagi dalam berteman.

Tokoh-tokoh di komunitas ini antara lain ; Ami, Imam, Dodo Bule, Dadit, Yani, Ira, Argo (Sute), Iik, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Keakraban warga Pejompongan dan Bendungan Hilir ini tak ubahnya kayak komunitas anak-anak Tebet dan Kebayoran, cuma di dua komunitas terakhir ini mereka masih eksis walau sudah terpencar. Sayang mereka yang dulunya remaja dan tinggal di Pejompongan dan Bendungan Hilir sekarang sudah hidup terpencar, dan kedua wilayah ini pun sekarang sudah banyak beralih fungsi jadi perkantoran dan tempat kost, banyak warga baru yang gak tahu riwayat Pejompongan dan Bendungan Hilir, mereka lebih individualis, sangat berbeda dengan warga Pejompongan dan Bendungan Hilir di era 70 dan 80 an. Andai aja ada satu wadah untuk Komunitas Warga Pejompongan dan Bendungan Hilir, sebagai tempat untuk berkumpul dan bernostalgia sambil memererat tali silahturahim, pasti akan keluar lagi tuh cerita-cerita masa kecil dan remaja dulu.



Jakarta, 5 Maret 2012



Prie Rain Pebble



Catatan :

Tidak diharamkan menambah tulisan buat teman2 yang punya kenangan manis dengan Pejompongan dan Bendungan Hilir.

Rabu, 24 Agustus 2011

Minggu, 10 Juli 2011

Yang Anomali Dalam Kehidupan Sehari-hari

Tulisan ini lebih mengingatkan kepada diri sendiri yang masih sangat benyak kekhilafan dan kelemahan dalam proses belajar menuju kebaikan.



1. Andai saja uang pecahan seribuan dan seratus ribu rupiah adalah mahluk hidup, maka yang akan banyak menghuni surga adalah uang pecahan seribuan, karena mereka banyak mengisi kotak-kotak amal di masjid, dan yang tersebar di pusat perbelanjaan, dan banyak pula ditangan para pengemis, sementara uang pecahan seratus ribuan banyak menghuni neraka, karena banyak berada di tangan si Rebecca, Diana Pavlova asal Uzbekistan dan Mey Hwa asal Taiwan, juga ada didalam botol Jack Daniels, Smirnoff, dan semacamnya.



2. Ketika kotak tromol bergulir di sholat Jum’at, ada aja tangannya yang sibuk mirit dikantong celananya sambil bergumam di dalam hati “Mana ya recehan seribu rupiah kembalian parkir tadi?” sementara ketika nonton organ tunggal, atau panggung dangdut, bisa-bisanya uang lima puluh ribuan di stappler sambung menyambung, buat nyawer si penyanyi. Alamaakkk…!!!



3. Waktu ada pengemis datang ke rumah si kaya untuk mendapat/meminta sedekahnya, si tuan rumah langsung menyahut : “Maaf pak, lagi gak ada uang” Hahhh…gak ada uanggg…??? Sementara para kuli bangunan sedang sibuk merenovasi rumahnya. Emangnya dia bayar tukang, belanja kebutuhan material pakai daun jagung yaa…???



4. Seorang ekesekutif dengan Mercedes Benz S.300 sedang berhenti di perempatan lampu merah, datanglah seorang bocah kecil dengan ingus meler di hidung, wajahnya nempel di kaca depan pengemudi, dengan muka melas dia berharap si om eksekutif itu mau memberinya sedikit uang, dengan pandangan jijik dan geram dari dalam kabin mobil dia mengisyaratkan menolak memberikan sedikit uangnya kepada bocah itu, padahal dia baru saja keluar dari pusat perbelanjaan mewah dengan memberikan tip sepuluh ribu kepada tukang parkir.



5. Membantu pedagang kecil agar bisa hidup sejahtera, adalah sebuah kewajiban, tapi alangkah kelewatannya…harga sayur kangkung yang seikatnya cuma tiga ribu rupiah, ditawar habis-habisan sampai tukang sayur nangis Bombay, jadi seribu rupiah, padahal bisa jadi mas Paimin Cuma ambil untung lima ratus rupiah seikatnya. Sementara sang nyonya besar kehilangan nyalinya buat nawar habis-habisan untuk mendapatkan sebuah tas merk terkenal di sebuah Mall mewah, dengan entengnya dia mengeluarkan puluh lembar uang seratus ribuan. Masya Allah….!



6. Dilingkungan tempat tinggal rajin memberikan petuah-petuah bijak, bagaimana membina hubungan harmonis dalam bertetangga, sementara pagar rumahnya berpagar tinggi dan rapat, yang kita semua tahu artinya apa.



7. Ketika tetangga tertimpa musibah televisinya dicuri, dengan bijak sang tetangga memberikan nasehat untuk bersabar dan tawakal, atas ujian yang diterimanya, tapi giliran sandalnya hilang dipekarangan rumah, mencak-mencak sama semua orang dirumahnya dengan membabi buta. Weeekkkk…..!



Kalau ada yang mau menambahkan silahkan saja demi kebaikan bersama untuk saling mengingatkan.



Tangsel, 10 Juli 2011

Rabu, 20 April 2011

Kantor Pos Di Belanda Yang Salah Menyampaikan.

Kalau aja Kartini masih hidup, betapa menyesalnya beliau, karena surat untuk sohibnya Abendanon dengan judul HABIS GELAP TERBITLAH TERANG, ternyata oleh Kantor Pos Belanda gak diserahin ke yang bersangkutan,tapi malah dikasih ke Elektrische Bedrijf Koninklijke Nederlandse (PLN-nya Kerajaan Belanda), maka saat itu pula Ratu Belanda merintahkan Kacab PLN-nya Belanda di Hindia Belanda untuk sering2 matiin lampu, & instruksi ini berlanjut sampai sekarang.

Senin, 18 April 2011

Allah SWT Kelak Yang Akan Menggantinya.

Bersadaqah Kelak Dimudahkaan Melewati Ash-Shirath.

Sembilan Manfaat Sadaqah Di Akhirat Kelak

(1). Meringankan hisab.



(2). Memberatkan timbangan kebaikan (Simak Al Hadid 18 dan al Baqarah 261).



(3). Menjadi naungan bagi orang yang melakukannya dari dahsyatnya panas hari kiamat. Rasul bersabda “Setiap orang berada dalam naungan sedekahnya hingga diputuskan perkara diantara manusia.” “Naungan Mukmin pada hari Kiamat adalah sedekahnya,“ kilah Putra Luqman al Hakim.



(4). Dimudahkaan melewati ash-shirath.



(5). Menaikkan derajat di surga.



(6). Menghapuskan dosa dan kesalahan. Rasul SAW bersabda, “Puasa adalah perisai, dan sedekah itu memadamkan kesalahan seperti air memadamkan api.” Nasehat Luqman al Hakim kepada anaknya, ”Jika engkau melakukan suatu kesalahan, maka bersedekahlah“



(7). Memadamkan murka Rabb. Rasul bersabda, “Sedekah secara diam-diam dapat meredam murka Rabb.“ Imam Zainal Abidin RA berkata, “Sedekah di malam hari akan memadamkan murka Rabb.“ Adi bin Hatim RA, ia berkata, ‘Aku mendengar Nabi SAW bersabda “Barang siapa diantara kalian mampu berlindung dari neraka walau hanya dengan separoh kurma, maka hendaklah ia melakukannya (bersedekah)“ (HR. Muslim). Rasul SAW berpesan pada kaum wanita, “Wahai kaum wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah beristighfar karena aku melihat kalian adalah yang paling banyak menghuni neraka“ (HR.Bukhari dan Muslim).



(8). Salah satu amal yang bisa mendatangkan manfaat setelah seseorang meninggal. Rasul SAW bersabda, “Jika anak Adam mati, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shaleh yang senantiasa mendoakannya.“ (HR.Muslim, Ahmad, Abu Daud dan Tirmizi).



(9). Mendapat pujian dari Allah. Kesepuluh, Mendapat rahmat Allah. Allah berfirman “Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat kebaikan.“ Wallahualam. **

Pandanglah Sisi Positifnya

20 Tanda-Tanda Positif Merokok



1. Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko tersebut aktiflah merokok.



2. Menghindarkan dari perbuatan jahat karena tidak pernah ditemui orang yang membunuh, mencuri dan berkelahi sambil merokok.



3. Mengurangi resiko kematian: Dalam berita tidak pernah ditemui orang yang meninggal dalam posisi merokok.



4. Berbuat amal kebaikan: Kalau ada orang yang mau pinjam korek api paling tidak sudah siap/tidak mengecewakan orang yang ingin meminjam.



5. Baik untuk basa-basi/keakraban: Kalau ketemu orang misalnya di Halte CJDW kita bisa tawarkan rokok.Kalau basa-basinya tawarkan uang kan nggak lucu.



6. Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan dan perusahaan obat batuk.



7. Bisa untuk alasan untuk tambah gaji karena ada post untuk rokok dan resiko baju berlubang kena api rokok.



8. Bisa menambah suasana pedesaan/nature bagi ruangan ber AC dengan asapnya sehingga seolah berkabut.



9. Menghilangkan bau wangian ruang bagi yang alergi bau parfum.



10. Kalau mobil mogok karena busi ngadat tidak ada api, maka sudah siap api.



11. Membantu program KB dan mengurangi tingkat perselingkuhan, karena konon katanya merokok bisa menyebabkan impoten, bahagialah para isteri yang suaminya perokok.



12. Melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah karena bagi pemula merokok itu tidak mudah, gampang batuk dan tersedak tapi tetap diteruskan (bagi yang lulus).



13. Untuk indikator kesehatan: Biasanya orang yang sakit pasti dilarang dulu merokok, jadi yang merokok itu pasti orang sehat.



14. Menambah kenikmatan: Sore hari minum kopi dan makan pisang goreng sungguh nikmat. Apalagi ditambah merokok!



15. Tanda kalau hari sudah pagi, kita pasti mendengar ayam merokok..(hehehe..maksa banget)



16. Anti maling, waktu perokok batuk berat di malam hari.



17. Membantu shooting film keji, karena rokok digunakan penjahat buat nyundut jagoan yang terikat di kursi… Ha penderitaan itu pedih, jendral…!!!



18. Film Koboi pasti lebih gaya kalau merokok sambil naik kuda, soalnya kalau sambil ngupil susah betul.



19. Teman boker yang setia.



20. Bahan inspirasi dan pendukung membuat Tugas Akhir, sehingga seharusnya dicantumkan ucapan terima kasih untuk rokok pada kata sambutan.

Jumat, 08 April 2011

Sari... Janganlah Kau Mendunia

Aneka Rupa Si Sari…..

1. Sari yang suka keliling kampong menghibur anak-anak, namanya = Sarimin.
2. Sari yang tersesat di lembah nista, namanya = Saritem.
3. Sari yang suka bete kalau di ajak ngomong, namanya = Sariawan.
4. Sari yang paling demen ngobok-ngobok jamban, namanya = Setrasari.
5. Sari yang gemar menggambar, namanya = Warnasari
6. Sari yang badannya lebar, namanya = Jembarsari.
7. Sari yang gemar membaca majalah kecil, namanya = Intisari.
8. Sari yang suka ngasih makan orang banyak tapi gak gratis = SariKuring.
9. Sari yang sering kaget-kagetan, namanya = SariNah….!
10. Sari yang suka ngelayap dan sering dicariin emaknya, namanya = SariManah…?
11. Sari yang difitrahin, namanya = Palasari.
12. Sari yang sekarang berbisnis bahan bangunan keramik, namanya = Rawasari.
13. Sari yang sedap dan enak dipandang, namanya = Indahsari.
14. Sari yang berprofesi sebagai tukang pijat, namanya = Tamansari.
15. Sari yang suka diluar kebiasaan, namanya = Gak Sarisarinye
16. Sari yang berbisnis minuman dari inti hewan, namanya = Saripatiayam.
17. Sari yang baik hati dan suka menyinari sekelilingnya, namanya = Pelitasari.
18. Sari yang selalu diet khawatir berat badannya nambah, namanya = Bobotsari.
19. Sari yang sering disinggahin supir truk angkutan barang,namanya =Mergosari.
20. Sari yang sekarang sudah ketangkep, namanya = Hapsari.
21. Sari, maap ye…??? Gue inget nama ente shubuh tadi waktu wudhu di kamar mandi.


Jombangsari, 9 April 2011

Macam-Macam Tono

1. Tono yang suka berperang namanya = Wartono.
2. Tono yang kerjanya suka mencium = Kistono.
3. Tono yang suka menjebak tikus = Kustono
4. Tono yang berjualan baut dan mur = Murtono.
5. Tono yang sering kena fitnah = Pitono.
6. Tono yang sedang melamar gadisnya = Martono.
7. Tono yang senang nonton blue film = Syurtono.
8. Tono yang senang main joker karo = Kartono.
9. Tono yang kerjanya sebagai telik sandi = BINtono.
10. Tono yang hartanya lagi diselidiki KPK = Hartono.
11. Tono yang kaget lantaran kompor meleduk = Dartono.
12. Tono yang menjabat bendahara RT = Kastono.
13. Tono yang buka bisnis tambal ban = Bantono.
14. Tono yang duluan lahir = Mas Tono.
15. Tono yang tetangganya orang Arab = Wantono.
16. Tono yang kerja di Badan Search And Rescue = Sartono.
17. Tono yang sering salah paham = Mistono.
18. Tono yang sudah karatan = Rustono.
19. Tono yang jadi acuan aturan olah raga golf = Partono.
20. Tono yang kerjanya mabok keluar-masuk bar = Bartono.
21. Ton….Ton…Tonoooo…….lu bisa diapain lagi sih…?!?!?!

http://www.income-syariah.com/?id=Prie

Minggu, 27 Maret 2011

Sang Idealis Sejati: Sedekah Yang Menerus

Sang Idealis Sejati: Sedekah Yang Menerus

http://www.income-syariah.com/?id=Prie

Awalnya saya tidak begitu yakin untuk memulainya ketika secara iseng mengklik web-ya income-syariah dari seorang kawan di facebook, tapi ketika saya coab terus membaca dan memahaminya, saya mulai melaksanakan yang disarankan dalam situs tersebut. Tidak terlalu besar untuk memulainya, dari Rp, 50.000,- yang dikeluarkan, 20% atau Rp. 10.000,- diantaranya untuk sedekah dengan daftar yang berhak disantuni ada dalam web tersebut. Bagi saya kalau toh...hal itu sebuah tipu muslihat saja, bagi saya tidaklah mengapa, karena saya yakin bila kehilangan Rp. 50.000,- pastinya tidak akan menjadikan saya jatuh miskin. Ada baiknya klik saja http://www.income-syariah.com/?id=Prie Semoga berkenan.

Senin, 21 Maret 2011

Betawi Punya Cerite

1. G e b l e g


Abis sholat Ashar, Aldi disuruh beli spirtus sebotol sama Babenya, buat nyalain lampu petromak, di warung pak Haji Yahya. Waktu pulang lewat kebon yang bet dan banyak puun kecapi ama ninjonya. Lantas dia liat ada uler lolang nyelonong didepan biji matanya. Lantaran kaget ama selempang dicatek, ntuh uler lolang dia sambit ama botol yang dia cekel, dan kena, “Mampus elu!” Makinya.


Tapi dia baru engeh setelah spirtus yang dibotol udah tiris lantaran tumpah. “Buset! Spirtusnya tumpah semua. “Mampus gua! Pegimana gantinya? Bisa diteblag ama Babe kalo gini” Ia ngedumel sambil kememegan.



2. Kue Cincin


Di Rumah Sakit Jiwa, ada seorang pasien yang dikasih kue cincin, ampe tengari bolong belon juga dimakan, cuman diimpleng doang. Juru rawat yang ngeliat ntuh, lantas aja nyamperin si pasien. Takanu nanyain :


Juru Rawat : Kenapa kue cincinnya kaga dimakan? Kaga doyan apa?

Pasien : Bingung..

Juru Rawat : Lah, kok bingung? Tibang bakot aja.

Pasien : Iya, karuan kaga ada ujungnya, bulet gini kaya ban. Jadi bingung
Makannya, dari mana duluan?
Juru Rawat : ?!?!?!...



3. B e b e h

Waktu sarapan pagi di Rumah Sakit Jiwa, ada salah seorang pasien yang becicilan begitu diangserongin mie goreng. Ntuh mie kaga di coel-coel barang semetet, cuman diimpleng doang. Dari panas ampe udah enyeb, tetep aja kaga diuwik-uwik.

Juru Rawat yang liat ntuh, lantas aja nyamperin si pasien.

Juru Rawat : Kok, mie gorengnya kaga dimakan? Kaga doyan, apa udah Nyelab?

Pasien : Bebeh..

Juru Rawat : Loh, emangnya bebeh kenapa?

Pasien : Mienya pada kusut gitu.

Juru Rawat : Nggak usah dipikirin, makan aja.

Pasien : Aye jadi melas ngeliatnye.

Juru Rawat : Dasar sinting ( Dia ngedumel sambil ngacir).


4. Sig-Sigan

Segituan, Romli ama Jainal pergi ke Jakarta Fair (Pekan Raya Jakarta), maksudnya cumin pengen cari angina doang. Sebagai warga, pengen juga turut ngeramein acara taunan ntuh, kendati cuman ngeliat doang.

Udah dua jem ider-ideran, marinya mereka leleh juga, dan mao pulang lantaran udah malem. Begitu lewat di bagian informasi, mereka ngeliat didalam ada bocah yang lagi sig-sigan. Lantas aja mereka nanya kepengen tau.

Romli : Pak, kenapa tuh anak sig-sigan?


Petugas : Nih anak kepisah ama orang tuanya, makanya dia nangis.


Romli : Dia bukan kepisah ama Nyak-Babenya, tapi dia emang pergi
Sendirian.Romli ngoceh asal jeplak, sambil ngacir. Si bocah
Yang tadinya cuma sig-sigan, malah jadi gegauran)

Petugas : ?!?!?!....


5. Kena Batunya

Di Rumah Sakit Jiwa, ada seorang pasien yang suka bikin repot para juru rawat,lantaran sering jejeritan ama acir-aciran. Pagi ntuh, dia lagi asyik mancing di got pekarangan belakang. Si juru rawat yang ngeliat, lantas aja ngedeminin. Ketimbang dia bikin berabe,pikirnya.

Udah tengari bolong, ntuh si pasien masih aja ngejedog sambil ngedeprok didepan got. Lah, si juru rawat yang kebetulanlewat situ nyoba geroin.

Juru Rawat : Wah, enak ya mancing. Udah banyak dong dapet ikannya?

Pasien : Dasar dokter sinting. Di got nih mana ada ikannya? Yang ada juga
Kecu! (jawabnya sambil ngacir dengan dingkring)

Juru Rawat : Sial dangkalan, elu! (dia gerendeng).


6. Elu Kira Gue Musang!

Malem minggu Somad ngajak demenannya Romlah pergi ke bioskop nonton pelem koboi. Abis nonton, Somad ngajak makan di restoran.


Somad : Dua porsi ayam goring, lalab, sambal, sayur asem ama minum teh Manis.

Pelayan : Mao cobain pepes teri pake kemangi?

Somad : Nggak. (jawabnya singkat)

Sambil nungguin pesenan datang, mereka kongko soal pelem koboi yang tadi ditonton. Nggak lama kemudian pesanannya datang. Dan abis makan, Somad ngulapin pelayan buat bayar.

Somad : Berapa bang?

Pelayan : Semua lima puluh ribu
(lantaran di depan demenanya, Somad lantas aja bayar.
Kendati di Atinya ngedumel, mahal banget! Dan begitu Somad mao pulang,
Dadakan pelayanannya maranin dia).

Pelayan : Maap bang, ada salah itung. Aye kira abang makan dua ekor.
Kalo dua potong aja sih, semua Cuma dua puluh lima ribu.

Somad : (Sambil nerima kembaliannya, dia ngedumel)
Elu kira gue musang! Makan ampe dua ekor.


7. Belakang Puun, Yang Mana?

Segituan , lagi jam istirahat ampir mao abis, Si Malih yang abis makan gado-gado, sudah ada dikelasnya ama beberapa temen-temennya. Dan lantas aja mereka maen bade-badean, sambil nunggu guru masuk kelas.


Malih : Puun ntuh, belakangnya yang mana ayoo…?

Maman : Badean elu kaga manasaba aja. (katanya rada sewot)

Siti : Puun ntuh sama aja, kaga ada depan-belakangnya.
(dia coba ngejelasin)

Malih : Ada, ya ntuh, yang dikencingin. Coba aja. Sering kita denger
Orang ngomong kencing dibelakang puun, kaga ada yang
ngomong didepan puun.

Temen-temennya : ?!?!?!?!......


Keterangan :

1. Kemegan : Gemetar.
2. Teblag : Tabok.
3. Bet : Semak belukar/rumput liar.
4. Ninjo : Melinjo.
5. Lolang : Belang.
6. Cekel : Pegang.
7. Tengari : Tengah hari/siang bolong.
8. Impleng : Pandang.
9. Bakot : Gigit.
10. Bebeh : Pusing (Banyak pikiran).
11. Semetet : Sedikit.
12. Enyeb : Dingin
13. Uwik-uwik : Ganggu-ganggu.
14. Melas : Kasihan.
15. Sig-sigan : Tersendat-sendat (nangis).
16. Ider-ideran : Muetr-muter.
17. Gegauran : Meraung-raung (nangis kejer).
18. Acir-aciran : Lari-larian.
19. Ngedeminin : Membiarkan.
20. Ngejedog : Ada
21. Geroin : Panggil
22. Kecu : Jentik nyamuk.
23. Ngedeprok : Duduk bersila.
24. Ngacir : Pergi.
25. Dingkring : Jalan dengan kaki satu.
26. Gerendeng : Gerutu.
27. Kongko : Ngobrol.
28. Ngulapin : Manggil dengan isyarat tangan.
29. Bade-badean : Tebak-tebakan.
30. Manasaba : Yang enggak-enggak aja.
31. Sewot : Kesel.
32. Nyelab : Kenyang.


Barangkali saudaraku ada yang berminat bagaimana berikhtiar sambil menebar sedekah yang tak terputus, walau cuma sekali melaksanakannya? Inilah jalannya, silahkan klik saja dulu untuk dipelajari secara seksama :

http://www.income-syariah.com/?id=Prie